Seputar Peradilan
Dirjen Badilag Berikan Pembinaan terhadap pimpinan Pengadilan Agama Sewilayah PTA Mataram

Bertempat di ruang pertemuan Pengadilan Tinggi Agama Mataram, pada Ahad 12 Desember 2021, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama DR. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. memberikan pembinaan terhadap pimpinan Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Mataram yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris . Pembinaan Dirjen Badilag yang dirangkai dengan Launching inovasi aplikasi BISA sebagai salah satu unggulan Pengadilan Tinggi Agama Mataram ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ulangtahun Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang ke-39. Kedatangan Dirjen Badilag ke Pengadilan Tinggi Agama Mataram didampingi oleh Sekretaris Jenderal Badan Peradilan Agama Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M, dua orang asisten dan dua orang staff.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram DR. H. Empud Mahpudin, S.H., M.H. yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dirjen Badilag karena di tengah kesibukannya telah menyempatkan waktu untuk hadir di Pengadilan Tinggi Agama Mataram dalam kegiatan ulang tahun Pengadilan Tinggi Agama Mataram untuk peluncuran inovasi BISA dan memberikan pembinaan kepada jajaran pimpinan sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram. “Kita sangat bangga dengan kehadiran Bapak Dirjen di tengah-tengah kita atas prestasi beliau yang telah mengharumkan nama lembaga peradilan agama dengan raihan beliau sebagai top leader on digital implementation 2021, tapi tentu saja tidak cukup hanya dengan berbangga, tapi derap langkah beliau dalam upaya memajukan lembaga Pengadilan Agama juga harus diikuti, dan kita berharap semoga kita dapat terus terpacu untuk berprestasi dan senantiasa berjuang untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat” tutur Ketua.

Lebih lanjut Ketua menyampaikan bahwa aplikasi BISA merupakan integrasi dari beberapa inovasi yang sudah ada yang diharapkan dengan inovasi BISA ini performa Pengadilan Tinggi Agama Mataram dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan terutama dalam pelayanan perkara banding, dimana pada perkara banding para pihak tidak perlu lagi mengirimkan berkas fisik tapi cukup mengupload bundel A dan bundel B pada aplikasi BISA sehingga perkara banding menjadi lebih cepat, murah dan hakim-hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Mataram dapat dengan lebih mudah menyelesaikan pemeriksaan perkara tersebut.
Usai peluncuran aplikasi BISA, acara kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dari Dirjen Badilag DR. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. Mengawali pembinaannya Dirjen menyampaikan bahwa lembaga peradilan agama ini dilihat dan dievaluasi oleh banyak orang dan banyak instansi, oleh karenanya kita sebagai aparatur di lingkungan peradilan agama harus mampu menjaga agar penglihatan dan evaluasi oranglain atau instansi lain terhadap peradilan agama penglihatan dan evaluasi yang positif. Selanjutnya sebagaimana pada pembinaan-pembinaan di tempat lain, Dirjen Badilag melakukan pembinaan dengan membuka data penilaian kinerja satuan kerja di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram mulai dari penilaian website, kinerja iplementasi SIPP, penyelesaian mediasi, implementasi e-court, penyelesaian eksekusi dan penyerapan anggaran DIPA 04.

Lebih lanjut, Dirjen memberikan pembinaan terkait kepemimpinan transformatif yaitu dasar kepemimpinan yang mampu mendorong peningkatan kinerja sesuai yang diharapkan,dengan senantiasa melakukan internalisasi nilai-nilai yang menjadi pedoman atau panduan bersama dalam suatu organisasi, Pemimpin dan yang dipimpin selalu berupaya meningkatkan standar moralitas dalam organisasi, Pemimpin mampu meyakinkan bawahannya bahwa ia secara pribadi siap bekerja dan memberikan yang terbaik bagi lembaga yang dipimpinnya, dan selalu menjadi contoh sekaligus motivator bagi yang dipimpinnya.
Untuk mewujudkan kepemimpinan trasnformatif tidak terlepas dari aspek pemimpin yang Ikhlas bekerja, menjaga integritas, pemimpin yang datang lebih awal pulang lebih larut, terbuka dengan perubahan dan gagasan baru, tidak pelit mengapresiasi bawahan, selalu membentuk tim-tim kecil yang efektif, menciptakan atmosfer bekerja yang positif, dan selalu mempunyai sikap optimisme bukan pesimisme. Terakhir dirjen menyampaikan bahwa sejatinya, tidak sulit mewujudkan kepemimpinan transformatif. Seorang pemimpin hanya perlu memulai semua dari dirinya sendiri. Ia perlu meluruskan kembali niatnya sebagai pemimpin, fokus pada kepentingan bersama, serta mengedepankan kepentingan lembaga diatas kepentingan pribadi. (dok foto & redaksi tim TI PAGianyar)
